Senin, 30 Oktober 2017

Bukan MELEDAK Tapi MEMBLUDAK Peserta SOSIALISASI BPJS KETENAGAKERJAAN Di KELURAHAN KREMBANGAN SELATAN

  

Bukan MELEDAK Tapi MEMBLUDAK Peserta SOSIALISASI BPJS KETENAGAKERJAAN Di KELURAHAN KREMBANGAN SELATAN



Pada  tanggal 30 Oktober 2017,Pukul 10.00 s/d 12.00 bertempat di Hotel Arcadia dulu sempat bernama Hotel Ibis Surabaya yang berada tepat dijalan Rajawali no 9-11 Krembangan Selatan telah diadakan acara "SOSIALISASI PROGRAM PERLINDUNGAN JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH ( BPU )/INFORMAL/MANDIRI ".Dimana peserta yang datang melebihi target dari yang diperkirakan hanya 150 orang ternyata lebih dari 235 orang.
Acara tersebut terselenggara dikarenakan adanya kerjasama BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Karimunjawa  Kota Surabaya dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pelangi Kelurahan Krembangan Selatan.Acara tersebut diatas adalah satu-satunya dan yang pertama kali di adakan di Surabaya antara BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan KIM Pelangi Krembangan Selatan.



Acara sosialisasi ini memberikan informasi tentang perlindungan Jaminan sosial bagi tenaga kerja Bukan Penerima Upah/Mandiri/Informal kepada 150 orang perwakilan dari Rw 01 s/d RW 15 Kelurahan Krembangan Selatan dan juga kelompok yang terdiri dari Unsur PKK,LPMK,Guru Paud dan TK, Guru Ngaji,Satpam,Asisten Rumah Tangga,Petugas Kebersihan,Tukang Parkir,Tukang Becak ,Penambal Ban dan Pedagang Pkl serta Kelontong Disekitar Wilayah Kelurahan Krembangan Selatan.Tapi Acara tersebut disambut sangat Antusias oleh Pekerja Bukan Penerima Upah ( BPU ) dan dari data yang mengumpulkan fotocopy ktp ada kurang lebih 247 orang sehingga melebihi target peserta sosialisasi dari rencana awal hanya 150 orang. Disini bisa kita buktikan bahwa Masyarakat mulai memahami arti dari kepesertaan BPJS Ketenaga kerjaan Sangat Besar begitu Penjelasan dari Bapak Edi Sasono selaku wakil dari BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa beserta para Stafnya ibu Neno dan Bapak Deden.Untuk Unsur Dari pemerintahan Alhamdulillah Hadir Ibu Emi selaku Kasi Kesra Kecamatan Krembangan,Bapak  Lurah M.Khotib,Spd bersama jajarannya.BabinsaPol Bapak Supriyanto.


 


Salah satu manfaat dari ikut menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah apapun Profesi anda entah itu Sales ,pkl,petani,nelayan ,tukang ojek,tukang becak,petugas parkir,loper koran ,guru Ngaji dan sebagainya...."cukup menyisihkan Rp 560,-/hari atau 16.800,-/bulan kita sebagai peserta mendapat manfaat: 
1.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) merupakan jaminan yang memberikan kompensasi dan Rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan dalam hubungan kerja termasuk kecelakaan yang terjadi dari Rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yg disebabkan oleh lingkungan kerja.
2.Jaminan Kematian (JKM) Diperuntukan bagi Ahli waris tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.JKM diperlukan untuk membantu meringankan beban keluarga dalam bentuk biaya pemakaman dan uang santunan dgn perinciaan sebagai berikutsantuan kematian Rp.24.000.000,-+ biaya siswa (minimal kepesertaan 5 Thn) Rp.12.000.000,-
  
foto diatas adalah sesion acara dimana  BPJS Ketenagakerjaan memberikan secara simbolis kepada keluarga Ahli waris yang mendapat santunan jaminan kematian langsung yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan disaksikan oleh DISHUB Kota Surabaya Dan Camat serta Lurah langsung.
Semua peserta sangat Antusias dan Alhamdulillah Masyarakat Krembangan Selatan Sadar Akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan karena Hanya dengan Rp.16.800,- Mereka terlindungi dari resiko kemiskinan .
BPJS Ketenagakerjaan Melindungi diri kita dari Resiko:
a.Hilangnya penghasilan Harian.b.Adanya biaya akibat kejadiaan kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu sejak berangkat dari Rumah hingga pulang kembali dan berhubungan dengan aktivitas pekerjaan sehari-hari.




Foto kiri atas : Jajaran Pengurus Kelurahan Krembangan Selatan,Foto yang ada di tengah posisinya adalah Nara Sumber dari Bpjs Ibu Neno ,Bapak Lurah Krembangan Selatan beserta mewakili Camat Krembangan Ibu Emi Kasi Kesra Kecamatan Krembangan.Acara dikemas dengan sedikit Humor jadi sangat menarik dan tidak menjemukan ditunjang masyarakat lingkungan Krembangan yang sangat Renponsife terhadap Program  BPJS Ketenagakerjaan ini.Demikian yang bisa kami sampaikan dari Kim Pelangi Krembangan Selatan................

Wassalam ( Suwardi )

Kamis, 26 Oktober 2017

Malam JUM'AT yang Mendebarkan bagi Warga RW 05 Krembangan Selatan


Malam JUM'AT yang Mendebarkan bagi Warga RW 05 Krembangan Selatan 

Kelurahan Krembangan Selatan pada tanggal 26 Oktober 2017 ,dimulai jam 18.30 s/d 20.00 telah melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi di wilayah Rw 05 Kelurahan Krembangan Selatan persis Kampung yang bersebelahan dengan Masjid Kemayoran Surabaya.Kegiatan ini bertujuan untuk Pendataan penduduk non permanen sekaligus pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2011 tentang Penyelenggara Administrasi kependudukan.                                                                                   

    

Foto diatas adalah persiapan Team Para petugas Operasi Yustisi yang terdiri dari :Satpol.PP Kecamatan Krembangan serta Seluruh Jajaran Aparatur Kelurahanan Krembangan Selatan tanpa terkecuali . Semua Aparatur Kelurahan Krembangan Selatan bergerak aktif dalam Rangka melaksanakan kegiatan Rutin Operasi Yustisi ini .

   
 Pendataan Warga pendatang atau non Permanen diwilayah Rw 05 Kelurahan Krembangan Selatan sempat membuat para penghuni kos atau warga setempat panik dan Resah karena Diwilayahnya kok banyak didatangi Satuan Pol PP dari Kecamatan Krembangan ,Babinsa dan hampir semua Aparatur Kelurahan Krembangan Turun Langsung untuk melaksanakan Operasi Yustisi Semalam.

Tapi Akhirnya suasana agak mencair dan penuh keakraban Warga dan petugas Operasi Yustisi dimana setelah dijelaskan warga bisa mengerti dan mau menerima .Pendataan warga pendatang non permanen disurabaya khususnya diwilayah Krembangan bertujuan agar tahu jumlah penduduk non permanen sekaligus pelaksanaan perda no 5 tahun 2011 Tentang Penyelenggara Administrasi Kependudukan.

   

Kegiatan Yustisi penduduk non permanen pada malam Jum'at kemarin malam tanggal 26 Oktober 2017 Lokasi di Rw 05 Kelurahan Krembangan Selatan telah terjaring penduduk non permanen sebagai berikut:

dari Surabaya : 10 orang dengan perinciaan 4 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. untuk yang berasal dari luar Surabaya terjaring dan terdata kurang lebih 56 orang dengan perincian 36 orang Laki-laki,20 orang Perempuan jadi semalam Operasi yang di Gelar berhasil mendata kurang lebih total keseluruhan 66 orang.

Disini para pemilik kos juga harus mendata dan melapor kepada pak RT pengurus kampung bisa tahu penduduk non permanen agar dengan adanya kerjasama atau komunikasi yang terjalin kita semua bisa menciptakan kondisi perkotaan Surabaya yang lebih baik.sekian laporan dari Kim (kelompok Informasi Masyarakat) Kelurahan Krembangan Selatan.
wassalam....(Suwardi)
                                                                                     

Sabtu, 21 Oktober 2017

DADEKNO KREMBANGAN SELATAN BEBAS KUMUH & LAYAK HUNI

Badan keswadayaanMasyarakat (BKM)" Bangkit Bersama" Kelurahan Krembangan selatan Kecamatan Krembangan telah mengadakan Kegiatan  pelatihan ketrampilan membuat Bank sampah,dan daur ulang sampah pada hari sabtu tanggal 21 0ktober bertempat diKantor kelurahan Krembangan Selatan jln.Pesapen Selatan no 4 Surabaya.
Kebangkitan bank sampah sebagai salah satu sumber ekonomi warga surabaya,sebab hasil tabungan sampah bisa digunakan untuk membantu pemasukan warga.disamping itu warga Krembangan menjadikan Lingkungan Wilayah Krembangan Selatan Bebas Kumuh dan Layak Huni.dimana posisi Goegrafis wilayahnya ada di tengah perkotaan.Tepatnya sebelah utara dari tugu Pahlawan ,juga ada gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Jawa Timur.Secara spesifik kecamatan Krembangan Luas wilayahnya: 8,34 km2 dengan kepadaan penduduk 13.730/km2.


Selain mengiatkan Bank sampah juga ada ada sesi pengolahan limbah sampah menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi yaitu pembuatan tas atau piring dari gelas plastik bekas.



Disini juga dapat ilmu dari Faskel cara pembuatan Alat Komposter yaitu: Komposter merupakan suatu alat yang digunakan untuk membuat pupuk cair. Komposter dapat berupa tong sampah plastik atau kotak semen yang biasanya diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Secara sederhana, komposter dapat dibuat sendiri menggunakan tong plastik bekas yang dimodifikasi.
Ukuran komposter dapat disesuaikan dengan skala limbah. Untuk skala limbah keluarga kecil dapat menggunakan komposter berukuran 20—200 liter.

Sementara itu, untuk skala besar seperti limbah rumah makan atau rumah sakit dapat menggunakan komposter berukuran 200 liter.Komposter memiliki instalasi untuk sirkulasi udara di dalamnya sehingga dapat membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah. Selain itu, komposter juga mampu menjaga kelembapan dan suhu sehingga bakteri dan jasad renik dapat bekerja mengurai bahan organik secara optimal.

Komposter juga memungkinkan aliran lindi terpisah dari material padat sehingga memudahkan untuk mendapatkan pupuk cair.Bersama dengan aktivator kompos seperti organik dekomposer, EM, dan Green Phoskko, sampah sisa rumah tangga dapat diubah menjadi kompos hanya dalam waktu 10—12 hari. Khusus untuk pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga ini perlu digunakan bio- aktivator, seperti Propuri. Fungsi Propuri memang sama dengan aktivator lainnya, tetapi sedikit lebih praktis dalam penggunaannya. Untuk memperoleh Propuri, Anda bisa menghubung penulis. Berikut langkah-langkah membuat komposter skala rumah tangga dengan ukuran 20 liter.

Semoga apa yang dicita-citakan para kader bisa diaplikasikan ke Lingkungan masing-masing untuk bisa menciptakan program "KOTAKU" Kota Tanpa Kumuh di Kelurahan Krembangan Selatan tercinta ini.

wassalam (Suwardi)

Jumat, 13 Oktober 2017

PELUANG KESETARAAN GENDER UNTUK PERADABAN BARU YANG LEBIH BAIK







Seiring dengan berubahnya cara pandang masyarakat terhadap peran dan posisi wanita ditengah masyarakat, maka saat ini sebagaimana kaum pria banyak kaum wanita yang berkarir, baik dibidang social, politik, pemerintahan dan kemiliteran. Namun sulitnya pengakuan sosial terhadap keterlibatan wanita di ranah publik. Selain disebabkan oleh faktor budaya, didasarkan pula oleh pemahaman agama yang mana ada pihak yang berkuasa menginginkan masyarakat untuk mempertahankan tradisi yang telah ada tanpa melihat peluang serta ancaman ketika kaum wanita dibatasi ruang geraknya diranah domestik maupun publik.
Ketika memperbincangkan tentang persamaan hak dan kedudukan antara pria dan wanita, muncullah persoalan yang krusial serta kerumitan dalam memberikan solusi. Permasalahan gender sangat beragam, mulai dari masalah domestik hingga masalah publik. Beberapa persoalan terkait gender yang sering terjadi yakni  Ketidakadilan itu terlihat dari adanya marginalisasi, diskriminasi dan subordinasi wanita dan pria. Diskriminasi wanita ditempat kerja, wanita ditempatkan diposisi sekunder karena munculnya anggapan wanita cenderung lebih pasif dan memiliki intelektual lebih rendah disbanding pria. Tak Jarang wanita dipandang kurang produktif karena terhalang cuti hamil dan melahirkan serta pengupahan lebih rendah dari pria karena wanita dianggap pencari nafkah tambahan.
Padahal yang membedakan diantara mereka hanyalah Kesetiaan dan pengabdiannya kepada agama, bangsa dan Negara.

3 Prinsip dasar agar semua elemen masyarakat mampu merasakan kesejahteraan, persatuan dan kesatuan yaitu :
1.      KEADILAN
Dalam segi keadilan, wanita harus memiliki hak serta tanggung jawab yang sama sebagaiman kaum laki – laki memperolehnya.
2.      PERSAMAAN
Dalam segi persamaan, wanita maupun lelaki seyogyanya harus berjalan beriringan, saling berkontribusi, saling kerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian. Bukan malah saling menuntut ataupun saling memonopoli peran kontributif.
3.      MUSYAWARAH
Dalam segi musyawarah, peran wanita  dan pria ketika berada dalam suatu kondisi yang susah untuk diselesaikan, maka musyawarah menjadi satu – satunya jalan agar dapat diselesaikan dengan baik serta disesuaikan dengan kompetensi yang dominan dari salah satunya.

Hal ini membuktikan, bahwa untuk membangun persatuan dan persaudaraan dalam berbangsa serta bernegara seharusnya memiliki nilai Humanis yang mana hak, kewajiban, serta kedudukan seseorang di Junjung tinggi tanpa dilatarbelakangi perbedaan gender agar  fungsi dan perannya mampu diimplementasikan baik dalam ranah domestik maupun publik.

Perkembangannya tidaklah semudah yang dibayangkan, perjuangan untuk mewujudkan persamaan hak antara pria dan wanita akan selalu berhadapan dengan gelombang arus sosial budaya, system bahkan agama yang sejak dulu lebiih dominan pada budaya patriarkhi dimana lebih mengedepankan pria sebagai makhluk yang lebih unggul dibandingkan wanita.

Saat ini, dengan seiring perkembangan zaman serta luasnya wawasan, maka kita tidak bisa memungkiri bahwa wanita memiliki peran fungsi serta kemampuan yang luar biasa dalam membangun sebuah peradaban karena dalam tubuh kaum wanita memiliki nilai – nilai berharga yang tidak dimiliki oleh kaum pria.
Sebagaimana perjuangan pahlawan bangsa yang dilatarbelakangi dari kaum wanita dimana yang tidak kalah hebat perjuangannya dengan pahlawan dari kaum laki - laki, yakni : R.A. Kartini, Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain. 
Wassalam,,, ( Umair )

Senin, 02 Oktober 2017

Ada yang Ber "UMUR LEBIH dari 100 tahun".....saat penilaian SGC 2017


Sudah 13 tahun kompetisi "SURABAYA GREEN AND CLEAN"diadakan pemerintah kota Surabaya dan Jawa Pos.Walikota Surabaya Dr.Ir.Tri Rismaharini,Mt mengatakan untuk SGC tahun ini tidak sekedar ritual tahunan harus bernilai secara ekonomi untuk masyarakat.
Kebangkitan bank sampah sebagai salah satu sumber ekonomi warga surabaya,sebab hasil tabungan sampah bisa digunakan untuk membantu pemasukan warga.tema kali ini adalah : Eco Friendly Living.Misalnya dengan menghadirkan lingkungan yang sehat dan mandiri terutama pengelolaan limbah dan perencanaan Sanitasi serta Dampaknya harus lebih nyata untuk masyarakat.[sumber : JawaPos.com].

Alhamdulillah dalam Surabaya Green And Clean tahun ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami  Kelurahan Krembangan Selatan karena salah satu Rw kami bisa masuk yaitu RW 07 tepatnya RT 01,Kalongan Gg I,sebagai salah satu dari 400 RT terbaik yang di nilai oleh juri Surabaya Green and Clean pada tanggal 02 September 2017.

  

Menurut pak RT nya yaitu bapak Taman dan Ibu Lulu selaku Fasilitator Kelurahan untuk Lingkungan mengatakan bahwa:sebetulnya untuk mengatasi masalah sampah di perkotaan ini bisa mengadopsi pembuatan Keranjang TAKAKURA.

Pernah mendengar istilah “kompos takakura”? Bila ditilik dari hasil akhirnya, tidaklah jauh berbeda dengan kompos yang biasa kita temukan. Perbedaannya, kompos takakura dibuat dengan cara Takakura Home Method Composting, sebuah metode pembuatan kompos yang ditujukan untuk mendaurulang sampah dapur.

Metode kompos takakura pertamakali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh seorang Jepang bernama Mr. Takakura. Waktu itu, beliau mencoba mencari solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga muncul ide untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur. Maka, dirancanglah sebuah metode pembuatan kompos yang bisa dilakukan di dapur. Syaratnya harus higienis tidak berbau dan tidak jorok, mengingat dapur merupakan tempat mengolah makanan.

Proses pembuatan kompos takakura sangatlah mudah, hanya saja kita harus menyiapkan starter mikroorganisme dan pembuatan bibit kompos terlebih dahulu. Langkah persiapan ini cukup dilakukan sekali saja. Selanjutnya tinggal melakukan pengomposan secara terus menerus. Apabila Anda tidak sempat membuat starter dan bibit kompos, saat ini sudah banyak yang menjual paket kompos takakura siap pakai.(sumber:https://alamtani.com/pupuk-kompos-takakura/)

Disaat saya datang ke RW 07/RT 01 Kalongan gg I,saya sebagai warga juga takjud dan kagum di RT tersebut karena yang mengusik pikiran saya adalah adanya banguna Rumah milik warga Kalongan Gg I yang Tidak kalah nilai Sejarah dengan rumah yang ada di kampung Lawas.saya sempat tertegun dengan bentuk rumah warga tersebut yang masih orsinil yang saya konfirmasikan ke pak RT nya yaitu mas Taman Rumah-rumah tersebut sudah berumur seratus tahun an lebih.

Subhannallah..saya baru menyadari bahwa wilayah Kelurahan Krembangan Selatan terutama RW 07 juga  tidak kalah oleh kampung Lawas karena memiliki Potensi Bangunan-bangunan yang bernilai sejarah karena walaupun sudah ber umur 100 tahun lebih masih tegak kokoh bersanding dengan bangunan yang baru.

 
 


Saya jadi berpikir bagaimana kami selaku warga ingin agar Lingkungan kami juga bisa terkenal seperti "kampung Lawas "nya Maspati.Sehingga masyarakat luas bisa mengenal Daerah kami sebagai potensi wisata daerah.

sebagai Destinasi untuk Penelitian Kampung yang merupakan Peninggalan JamanPenjajahan Belanda sampai sekarang masih ada.Ayo warga Krembangan Selatan Kita rawat dan Jaga Aset milik kita bersama ini...Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah Bangsanya.
Wasasalam (Suwardi)





Melangkah Bersama Saling Berbagi Dengan Warga RW XI Kelurahan Krembangan Selatan,Surabaya

Melangkah Bersama Saling Berbagi Dengan Warga RW XI Kelurahan Krembangan Selatan,Surabaya Segala Puji Syukur Atas Segala NikmatMu yan...